Sabtu, 12 Juli 2008
Tidak ada alasan bagi umat islam untuk menghina umat kristen !
menurut saya mungkin mereka bukan org2 yg benar2 mengerti Islam.
sebab jika mereka mengerti benar2 ajaran islam maka tentu mereka tidak akan menghina umat kristen spt itu.
memang betul semua agama manapun juga gk mengajarkan menghina agama lain, dan islam justru mengajarkan lebih dari itu, krn islam juga mengajarkan untuk menghargai kitab injil dan Nabi Isa yg ada dalam Al quran sebagai iman kepada Kitab Allah dan nabi kita juga. harusnya kita sebagai umat islam malu kepada umat lain yg telah kita hina.
saya sendiri yg umat islam juga sangat menghargai umat nasrani tsb sebab dalam islam :
1. Ada ayat berbunyi : Lakum dinukum waliyadiin yg artinya : bagimu agamamu, dan bagiku agamaku, jadi jelaskan islam sangat menghargai semua gama lain termasuk atheis sekalipun dibumi ini !
Islam tdk pernah mengajarkan untuk memasukkan org beragama lain keagama kita, gk ada ayat yg menyuruh begitu ! jika ada yg mau masuk islam biarkan semua itu atas hidayah ( petunjuk dari Alllah )....percaya deh, jika tdk ada hidayah...biar mau sebulan ngotot debat dan masuk diakalnya pun dia gk bakal masuk islam kog....buktinya ? paman Nabi yg paling disayang sendiri kan juga memilih spt itu ? dia mengakui kebenaran Islam tetapi tetap gk mau pindah dari agama leluhurnya sampai akhir hayatnya.
2. Ingat rukun islam yg berbunyi : iman kepada kitab2 Allah dan iman kepada Rasul2 Allah
jelas kan ? berarti kita harus beriman kepada semua kitab2 Allah mulai taurat, zabur, injil, hingga Al quran kan ?
jadi mengapa kita harus menghina injil ? memang sih ada beberapa ayat yg ditulis oleh paulus yg diyakini umat islam sudah berbeda dgn ajaran yg dibawa oleh yesus dan yg diyakini adalah injil perjanjian lama saja yg ditulis ketika yesus masih ada aja yg memang terbukti ada beberapa yg sejalan dgn Quran.
kemudian beriman kepada rasul2 Allah itu berarti termasuk Nabi isa kan sebagai nabi kita ?
3. yesus/Isa adalah nabi yg paling banyak disebut di alquran namanya dan sangat dimuliakan dan dihormati. mengapa kita harus menghinanya ? baca aja surat maryam...betapa sangat dihormatinya beliau kedudukannya sebagai seorang nabi yg istimewa. bahkan hingga saat ini beliau sebagai nabi satu2nya yg tetap hidup untuk dapat kembali diakhir jaman nanti.
sadarkah kita umat Islam ketika menghina yesus/Isa itu sebenarnya kita sudah menghina Nabi kita sendiri juga yg sangat dihormati dlm Quran ?
hanya saja peringatan kedepan dari Allah sudah dituliskan dlm surat maryam ini yg berbunyi : itulah Isa yg suatu saat nanti namanya akan menjadi bahan perbantah2an antara kaum muslimin dan nasrani.
dan tyt memang terjadi semuanya.
4. ulama sering mengingatkan bahwa jika kita menghina agama lain yg mengakibatkan org tsb menghina balik nabi kita, maka kesalahan dan dosanya akan mengena pada kita sendiri. sebab gara2 kita lah yg membuat agama kita sendiri dihina. org lain itu gk bisa disalahkan, sebab dia menghina krn tidak tahu yg sebenarnya tentang Islam. jika ia tahu tentunya dia gk akan begitu. krn islam tyt sangat menghargai agamanya.
misalnya saja, jika ada yg bilang : kenapa sih islam itu dari jaman nabi identik suka perang ?
jangan tepancing emosi dulu. jawab aja dengan baik. gk usah balik menghina agama mereka.
jawabannya : bacalah dulu mengapa sampai mereka berperang ? tdk tahukah kau kawan siangnya mereka itu berperang dan malam harinya sebenarnya mereka meneteskan airmata krn telah membunuh saudara2nya dgn terpaksa krn harus membela diri dan agamanya ?
bahkan ada sebuah riwayat ketika seorang sahabat nabi akan menusukkan pedangnya kemusuhnya kaum kafir quraisyh yg terjatuh, tiba2 si quraish meludahinya diwajahnya. si sahabat menjadi sangat marah namun tiba2, si sahabat tdk jadi mengayunkan pedangnya dan lalu berlalu pergi. si quraish itu bingung dan bertanya : mengapa engkau tidak membunuhku ?
jawab si sahabat : kalau aku membunuhmu skrg berarti aku telah membunuhmu krn emosiku dan bukan krn membela diri dan agamaku lagi.....
nah, lihat cerita ini mereka tidak mungkin berperang jika tidak diserang oleh kaum quraish itu. adapaun jika kemudian terjadi penyerangan itu adalah bagian dari strategi membela diri sebelum diserang dan mati konyol mending menyerang duluan.
namun intinya islam tdk akan berperang hanya krn emosi. tetapi ada alasan lain yg memang seharusnya itu terjadi.
bahkan ada ungkapan begini : seandainya nabi Isa/yesus pun hidup dijaman Muhammad (jaman perang quraish) niscaya merekapun akan terlibat dalam peperangan. sayang sekali nabi Isa bukan hidup dijaman perang. tetapi jaman diktaktor herodes. jadi begitupula jika Muhammad hidup dijaman yesus tentulah tdk akan terjadi perang, bahkan bisa jadi Muhammad yg disalib krn dituduh menyebarkan agama yg tdk disukai pemerintahan jaman itu.
5. Nabi Muhammad sangat dekat dan bersahabat dgn orang2 nasrani dimasanya. bahkan org yg pertama kali meramalkan tanda kenabian pada diri Muhammad sewaktu masih bayi adalah seorang pendeta kristen ! pendeta inilah yg kemudian menjadi sahabatnya pula
bayangkan ! seorang nasrani lah justru yg pertama kali membaca tanda bahwa Muhammad akan menjadi seorang Nabi...cobalah baca2 dulu sejarah hidup Nabi Muhammad anda pasti nemu kisah ini.
kalau nabi kita sendiri sangat menghargai umat nasrani, mengapa kita yg mengaku sebagai umat pengikut Muhammad malah membenci umat nasrani ?
saya sangat yakin jika banyak org2 yg suka berkomentar macam2 itu sebenarnya mereka tdk pernah baca sejarah hidup Nabi secara detail dan mereka juga tdk pernah meresapi apa arti rukun islam tsb.
Jadi sesungguhnya kita sebagai umat islam haruslah memberikan sikap yg terbaik kepada umat lain. sebab, tidak ada alasan untuk membenci mereka.
maaf jika saya berbicara buat menghimbau umat muslim. sebab saya juga seorang muslim jadi sudah sepatutnya buat menghimbau sesama umat sendiri dan bukan ke umat lain
thanks to BANG TOPAR
Kurdistan Cekal Buku Anti-Islam
Guna mengantisipasi distorsi pemahaman Islam, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Kurdistan mencekal peredaran buku berbahasa Kurdi yang memuat kesalahpahaman tentang Islam. Melalui sosialisasi, segenap kantor dinas
kebudayaan dan pendidikan di provinsi dan kota di Kurdistan mengeluarkan peraturan senada untuk menyortir buku berjudul ‘Kebodohan Islam dan Dunia Modern’.
Dalam keterangan persnya, Direktur Kemendikbud Syakir Ruzbiyani mengatakan, pelarangan tersebut ditempuh lembaganya setelah Mahkamah Khusus Kurdistan mengeluarkan pencekalan buku berbahaya yang ditulis seorang pengarang tak dikenal. “Mahkamah Khusus melarang peredaran buku tersebut yang ditulis pengarang tak dikenal dan jelas-jelas menjelekkan Islam. Makanya, kami dari Kemendikbud merasa harus mendukung keputusan mahkamah. Kantor dinas Kemendikbud akan menarik buku tersebut dari seluruh toko buku,” tandas Ruzbiyani.
Sebagaimana dilansir kantor berita Italia, sejumlah ulama Muslim Kurdistan menggelar aksi pengumpulan tandatangan masyarakat yang selanjutnya diserahkan ke Presiden Kurdistan Mas’ud Barzani. Para ulama menyatakan, pemerintah harus ambil bagian untuk menghentikan serangan sporadis terhadap Islam yang dilancarkan melalui buku dan para intelektual liberal. (Ganna Pryadha)
http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=87&Itemid=1
Kota Berteknologi Tinggi
Pemerintah Arab Saudi telah meluncurkan sebuah proyek raksasa untuk mengubah kota Madinah al-Munawwarah menjadi kawasan berteknologi tinggi. Tak segan-segan, miliaran dolar telah digelontorkan kerajaan kaya minyak ini untuk mewujudkan proyek
yang disebut Knowledge Economic City (KEC) di kota kelahiran Islam dan makam Nabi Muhammad SAW itu. “Madinah adalah batu loncatan peradaban Islam,” kata Tahir Muhammad Bawazir, pimpinan KEC, kepada AFP.
Arab Saudi berharap proyek KEC akan mengubah Madinah menjadi medan magnet yang menarik para ilmuwan Muslim dan perusahaan-perusahaan yang ingin berbisnis dan menyokong pengembangan di semua sisi. “Ini adalah hal yang menarik untuk orang-orang yang tinggal di sini,” ujar Bawazir.
Proyek senilai 25 miliar riyal ini bertujuan untuk memantapkan katalisator ekonomi dan industri berbasis ilmu pengetahuan di Madinah dan menciptakan sebuah pusat bisnis alternatif dengan fasilitas-fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik. Proyek itu juga bertujuan untuk menciptakan kawasan tujuan wisata yang didukung oleh taman bertema unik, keramahtamahan tingkat tinggi dan penawaran harga kelas dunia. “Kami menyebutnya dengan Kota Ekonomi karena mempunyai lebih banyak unsur-unsur di dalamnya.,” kata Amr al-Dabbagh, Gubernur Otoritas Investasi Umum Arab Saudi (SAGIA). “Kawasan itu akan menjadi tempat di mana orang dapat bekerja, menikmati hidup dan mencari uang."
Pelaksanaan proyek itu bersamaan dengan booming-nya pendapatan Saudi dari kenaikan harga minyak yang sangat tajam dan tiba-tiba, dimana belum pernah terjadi sebelumnya. Negeri petro dolar itu memperoleh pendapatan 194 miliar dolar dari minyak di tahun 2007 dan diperkirakan dengan kombinasi pendapatan tahun 2008 dan 2009 akan berjumlah 700 miliar dolar, dengan meroketnya harga minyak mentah. (Chairul Akhmad)
Goa Tengkorak dan Goa Lojang
BUKIT dengan tebing tegak berwarna putih, khas daerah karst, dihiasi pohon-pohon tinggi menjulang, sebagian ditutup kabut tipis berwarna putih. Mendung tebal menggantung di langit Desa Kesungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, sekitar 145 kilometer sebelah barat daya Kota Balikpapan.
Ketika menanyakan lokasi Goa Tengkorak kepada seorang ibu yang kebetulan melintas di jalan desa itu, dia tidak langsung menjawab. Matanya malah menatap penuh rasa aneh. "Wah, mana berani saya pergi ke sana," jawabnya sambil menunjukkan lokasi goa itu berada.
Ternyata, bukan hanya petunjuk lokasi goa didapat, tetapi juga tambahan rasa takut. Mendengar kata tengkorak di dalam goa, yang terbayang adalah misteri menakutkan. Tetapi, mana ada hantu di siang hari….
Goa Tengkorak terletak di tengah sebuah tebing kapur tegak berwarna putih. Ketinggian tebing itu sekitar 50 meter, dan ceruk itu berada pada ketinggian sekitar 30 meter.
Goa itu sebenarnya hanya sebuah ceruk di tebing, ruangan dengan tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 2 meter, panjang 3 meter. Tapi, di ujung ceruk itu masih ada sebuah lorong sempit yang entah seberapa panjang ke dalam tebing. Goa di gunung karst bisa jadi di luar tampak kecil, namun sebenarnya sebuah lubang ke perut Bumi yang besar dan panjang.
GOA ini berisi puluhan tengkorak dan tulang belulang manusia. Saat ini ada 35 tengkorak dan 170 tulang belulang serta sejumlah serpihan tulang. Menurut Derom, warga Desa Kesungai, saat ini ada satu tengkorak yang disimpan di Museum Negeri Kalimantan Timur (Kaltim) di Tenggarong.
Menurut warga, tulang belulang manusia yang disusun rapi itu adalah mayat nenek moyang mereka.
Perjalanan menuju ke tempat wisata ini sudah sangat mudah karena berada di sebuah desa yang terletak di pinggir jalan trans Kalimantan Balikpapan-Banjarmasin. Tepatnya berada di sebelah kanan jalan dari arah Balikpapan ke Banjarmasin.
Sebuah papan petunjuk kecil dipasang di pinggir jalan. Jarak dari jalan utama hingga goa sekitar empat kilometer dengan jalan tanah, namun bisa dilewati kendaraan roda empat hingga Desa Kesungai.
Perjalanan ke goa yang berada di pinggiran desa itu menyeberangi dua sungai dan jalan setapak sekitar satu kilometer. Ada dua jembatan gantung dari kayu yang bisa dilewati motor sehingga memudahkan perjalanan ke goa.
Tidak perlu susah-susah lagi untuk naik ke atas tebing karena sudah dibangun tangga dan menara menuju ke ceruk berisi tengkorak itu. Namun, obyek wisata ini nasibnya sangat merana. Masih sedikit pengunjung yang datang.
Tangga dan menara yang dibangun memang memudahkan pengunjung hingga ke mulut goa, tapi terasa mengganggu keaslian dan suasana misterius yang ada. Meskipun demikian, berada sendirian di tempat itu, dengan hanya bunyi serangga dan gemerisik dedaunan dari tumbuh-tumbuhan yang menjulur di tebing, tetap saja membuat bulu di tengkuk berdiri. Apalagi jejeran tengkorak yang disusun rapi itu terlihat seperti sedang menyeringai.
Kondisi tengkorak di goa itu sebagian masih utuh dan sebagian pecah. Demikian juga tulang belulangnya. Sebagai obyek wisata alam dan sejarah di Kaltim, tidak banyak literatur apalagi kajian ilmiah untuk meneliti keberadaan tengkorak-tengkorak di goa itu.
Informasi yang ditulis oleh penjaga goa bernama Rahmit di sebuah kertas dengan tinta biru di mulut goa menyebutkan, tengkorak berasal dari mayat warga di sekitar goa itu. Dahulu, warga belum mengenal agama dan mayat-mayat tidak dikuburkan.
Mayat itu hanya diletakkan dalam sebuah lubang kayu yang sengaja dibuat. Baru satu tahun berikutnya, setelah mayat tinggal tengkorak dan tulang belulang, dibongkar dan diletakkan di ceruk atau goa- goa di dinding batu. Sebelum memindah tengkorak, diadakan upacara dan pesta khusus.
Hanya inilah informasi yang ada mengenai misteri Goa Tengkorak.
SELAIN Goa Tengkorak, Desa Kesungai masih memiliki satu goa lagi yang sebenarnya lebih misterius namun indah. Goa itu bernama Goa Lojang, terletak sekitar satu kilometer dari Goa Tengkorak, juga berada di tengah sebuah tebing tegak bukit kapur setinggi kurang lebih 75 meter.
Goa ini sangat besar dengan lubang-lubang bercabang dengan stalagtit dan stalagmit yang indah. Menurut Derom (40), penjaga goa, kedalaman goa ini belum diketahui. Namun, dia pernah menyusuri goa hingga satu hari dan belum sampai ke ujungnya.
Selain di tebing, mulut goa juga berada di atas puncak bukit hingga goa ini bisa disebut gabungan antara goa vertikal dan goa horizontal. Untuk menaiki mulut goa di tebing, disediakan tangga dan menara.
Di lingkungan goa yang gelap dan lembab, hidup burung walet, meski tidak banyak. Sekali lagi, informasi yang minim mengenai keberadaan goa ini membuat kecewa karena tidak tercantum dalam buklet atau leaflet wisata di Kaltim.
Akibatnya, tidak mungkin untuk melakukan penelusuran ke dalam goa, karena kegelapan abadi langsung menyergab begitu melangkah sekitar 50 meter ke dalam goa. Lubang kecil dari atas bukit, yang terletak sekitar 25 meter dari mulut gua, tidak banyak membantu penerangan.
Tanpa peralatan caving, keindahan hanya bisa dinikmati di sekitar mulut goa, sambil melihat hamparan desa dan pepohonan di bawahnya. Di mulut gua terdapat tiang-tiang batu yang menyambung dasar dan atap goa. Lalu ada stalagtit dan stalagmit dengan bentuk-bentuk yang indah.
Hanya itu yang bisa dinikmati akibat minimnya informasi. Namun, misteri yang memesona dan kekecewaan bisa mengundang petualang untuk datang kembali, suatu saat. Siapa berani?
RAHASIA SENYUMAN MONA LISA
Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam
lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para
akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang
telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi
obyek lukisan terkenal itu. Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya Florence,
Francesco del Giocondo, telah lama dipandang sebagai model yang paling mungkin
bagi lukisan abad 16 tersebut. Namun demikian, para sejarawan seni sering
bertanya-tanya apakah mungkin wanita yang tersenyum itu sebetulnya kekasih da
Vinci, ibunya atau artis itu sendiri.
Kini para pakar di perpustakaan Universitas
Heidelberg menyatakan berdasarkan catatan yang ditulis pemiliknya dalam sebuah
buku pada Oktober 1503 diperoleh kepastian untuk selamanya bahwa Lisa del
Giocondo-lah model yang sesungguhnya dalam lukisan itu, yang merupakan salah
satu lukisan potret terkenal di dunia. "Semua keraguan tentang identitas
Monalisa telah pupus menyusul penemuan oleh Dr. Armin Schlechter," seorang
pakar naskah kuno, kata perpustakaan itu dalam pernyataannya.
Hingga kini, hanya diperoleh ''bukti kurang
meyakinkan'' dari berbagai dokumen abad 16. "Hal ini menciptakan ruang bagi
berbagai interpretasi dan ada banyak identitas berbeda dikemukakan," kata
perpustakaan itu. Catatan itu dibuat oleh Agostino Vespucci, seorang pejabat Florence
dan sahabat da Vinci, dalam koleksi surat
tulisan orator Romawi, Cicero. Tulisan dalam catatan itu membandingkan Leonardo
dengan artis Yunani kuno Apelles dan menyatakan ia sedang menggarap tiga
lukisan, salah satunya adalah potret Lisa del Giocondo.
Para pakar seni, yang
sudah mengaitkan tahun pembuatan lukisan itu pada jaman abad pertengahan itu,
menyatakan penemuan Heidelberg itu
merupakan terobosan dan penyebutan sebelumnya menghubungkan istri saudagar itu
dengan lukisan potret tersebut. "Tak ada alasan untuk terus meragukan
bahwa potret ini adalah wanita yang lain," kata sejarahwan seni
Universitas Leipzig, Frank Zoelner, kepada Radio Jerman.
DUYUNG
Ada banyak kisah duyung dari Jepang, namun kisah yang satu ini berbasis pada legenda kuno 1.400 tahun lalu. Satu kisah yang berasal dari kisah kepercayaan Shinto di Kota Fujinomiya dekat kaki Gunung Fuji, Jepang.
Di salah satu Kuil Shinto di Fujinomiya tersimpan sebuah mummi duyung setinggi 170 cm berusia 1.400 tahun. Ini merupakan salah satu mumi duyung tertua dan terbesar yang kini masih tersimpan di Jepang.
Dari bentuknya mummi duyung berpenampilan menyeramkan, berkepala besar, bundar, dan botak, hanya sejumput rambut yang tumbuh di depan kepala sampai ke hidungnya. Mata dan mulutnya tampak terbuka. Ia memiliki sepasang tangan dengan kuku yang tajam (20 cm).
Setengah tubuh bagian atas menyerupai manusia dan setengah bagian di bawah menyerupai ekor ikan. Namun, struktur tulangnya tidak diketahui pasti bagaimana bentuknya karena belum pernah diteliti.
Legenda mengenai duyung monster ini muncul pada masa Putra Mahkota Jepang Shotoku (Shotoku Taishi) di tahun 574-622 Masehi. Saat itu Shotoku berjalan melintas tepian Danau Biwa. Saat ia menyepi tiba-tiba muncul sesosok monster dari dalam danau yang berseru pada Shotoku bahwa ia adalah seorang nelayan yang dikutuk menjadi monster duyung bertubuh setengah orang setengah ikan, karena perbuatan di masa lalunya yang sering membunuh hewan untuk disantap.
Ia mengaku baru memahami kekeliruannya dan berharap agar ia menjadi peringatan bagi seluruh manusia agar tidak melakukan pembunuhan terhadap satwa. Pesan ini disampikan untuk dunia di masa depan. Karena itu monster tersebut minta agar ia (setelah mati nanti) dikeringkan dan ditempatkan disebuah kuil sebagai peringatan bagi umat manusia.
Setelah menyampaikan pesan-pesan itu monster duyung itu kemudian meninggal. Shotoku kemudian merenungkan ucapannya itu dan mengeringkan duyung tersebut menjadi mummi. Sesuai permintaan sang duyung, putra mahkota mendirikan sebuah kuil untuk mummi sang duyung.
Selama 1.400 tahun mummi ini berpindah-pindah tangan sampai akhirnya ditempatkan di Kuil Shinto di Fujinomiya hingga kini. Keberadaan mummi ini dihubungkan dengan kepercayaan yang berpantang membunuh satwa alias hidup ala vegetarian.
"Duyung-duyung" yang Nyata
Tidak diketahui pasti apakah legenda soal duyung berasal dari kisah nyata atau bukan. Namun berdasarkan telaah ilmiah di beberapa perairan yang di masa lalu duyung sering dikisahkan, justru memang dihuni hewan-hewan spesial.
Beberapa hewan spesial itu hingga kini masih hidup di perairan tawar atau asin. Hewan-hewan inilah yang sering disalahtafsirkan sebagai duyung. Mungkin karena kebiasaan hidupnya, bentuknya dan performanya yang memang mirip. Apalagi bila dilihat dari kejauhan.
Hewan-hewan ini dikenal sebagai "dugong", "manatee" dan "sapi laut (sea cow)". Ketiga spesies ini memiliki bentuk tubuh yang mirip, namun hidup di lingkungan perairan yang berbeda. Tergolong sebagai mamalia yang suka menyusui dan berjemur di batu karang dan tepi-tepi perairan, atau mengeluh dan bersuara lantang.
Dugong adalah mamalia laut pemakan tumbuhan. Bisa ditemukan di perairan dangkal kawasan pantai India, Pasifik Selatan (dari wilayah pantai timur Afrika sampai utara Australia), perairan pantai Papua, dan kepulauan lain di Pasifik. Dugong berwarna cokelat kelabu, tubuhnya sepanjang 2,7 meter dan mampu hidup sampai usia 70 tahun.
Manatee. Ada tiga jenis manatee yang sudah dikenal. Ada yang hidup di perairan Karibia dan sepanjang pantai tenggara Amerika Selatan.
Ada yang di sepanjang perairan pantai dan muara sungai Florida (AS), dan jenis ketiga yang hidup di perairan tawar sungai Amazon. Manatee ini ada yang hidup di air tawar dan air asin. Warna manatee kelabu, dengan ukuran panjang tubuh 4 meter.
Sapi Laut (sea cow). Pertama kali ditemukan dan diidentifikasi pada 1741 di dekat Pulau Commander di Laut Bering. Sapi laut biasanya suka hidup di perairan dangkal dekat pantai. Ukuran tubuhnya bisa sepanjang 7,6 meter dan warnanya kelabu kecokelatan dengan pola polka dot samar.
Ketiga hewan air yang menyusui anaknya ini termasuk dalam kelompok ordo (grup) hewan mamalia air yang disebut sirenia.
Penamaan kelompok mamalia air ini dibuat para ilmuwan berdasarkan kepercayaan kuno (mitologi) bahwa hewan-hewan sirenia inilah yang dulu diyakini para pelaut sebagai sirens atau duyung.
Legenda Duyung, Makhluk Setengah Manusia Setengah Ikan
Selama ribuan tahun duyung telah menjadi legenda. Dipercaya sebagai perwujudan makhluk setengah ikan setengah manusia. Dari belahan bumi barat hingga timur, utara dan selatan. Kisah-kisah duyung mewarnai khazanah mitologi dan misteri dari lautan.
Berdasarkan legenda duyung adalah makhluk air yang setengah tubuhnya manusia dan setengah lagi ikan. Bagian pinggang ke atas biasanya berbentuk tubuh perempuan cantik dan pinggang ke bawah tertutup sisik seperti ekor ikan besar. Kisah mengenai duyung ini hampir sama atau serupa di belahan bumi mana pun, karena itu ia menjadi klegenda yang universal.
Ditinjau dari mitologi Yunani, duyung dipercaya sebagai si cantik penggoda pelaut. Siapa yang tergoda rayuan sang duyung ia akan menemui ajalnya. Namun masyarakat Babilonia menganggap duyung sebagai dewa laut yang disebut sebagai Ea atau Oannes. Namun duyung ini adalah jantan.
Mitologi kuno lain (Yunani dan Romawi) juga menyebut bahwa duyung adalah makhluk yang menyertai dewa-dewa laut semacam Poseidon, Neptune dan Triton. Duyung-duyung ini umumnya berupa makhluk bertubuh perempuan dengan paras cantik jelita, berdada montok, bercahaya, namun dari pinggang ke bawahnya seperti ekor ikan.
Duyung pertama kali muncul dalam mitologi di Assyria (1000 SM). Atargatis, ibu dari ratu Assyria, Semiramis, adalah dewi yang mencintai seorang gembala namun kemudian ia membunuhnya karena cintanya ditolak. Merasa malu ia melompat ke dalam danau dan berubah menjadi ikan. Dalam transformasi menebus malu ia berubah menjadi duyung.
Lalu pada masa 500 SM, kisah duyung terdengar lagi dari seorang filsuf dari Ionia (wilayah Yunani) bernama Anaximander. Ia berpendapat bahwa manusia berasal dari satu spesies hewan air. Teori ini kemudian disebut sebagai evolusi hewan air ke manusia. Pendapatnya ini di-anggap sebagai pembenaran bahwa duyung adalah hewan air yang sedang berevolusi menjadi manusia.
Begitu populernya duyung ini, sehingga tercantum dalam perkamen dan naskah-naskah tua. Bahwa dalam catatan Alexander the Great, sang penguasa Macedonia, (356-323 SM) kisah duyung juga terselip di sana. Saudara perempuan Alexander bernama Thessalonike disebutkan berubah menjadi duyung setelah kematiannya.
Legenda dan kisah duyung ini tersebar ke mana-mana. Dikisahkan oleh para pelaut dan penjelajah samudera. Umumnya duyung digambarkan sebagai perempuan cantik berekor ikan, berambut panjang, bersuara merdu, suka berjemur di karang dan tepi pantai. Namun tak ada bukti pasti mengenai eksistensinya. Kecuali pertinggal dalam bentuk sketsa kuno dan tergambar di mata uang kaum Corinthian (Yunani).
Namun ada sebuah buku bertahun 1718 yang terbit di Amsterdam Belanda, yang mengupas soal kehidupan aneka satwa di Samudera Hindia. Buku ini dilengkapi artikel deskripsi, aneka sketsa dan gambar. Dalam buku ini ada satu catatan detail soal duyung:
"Ada monster berwujud wanita setengah ikan, tertangkap di perairan Amboyna (gugus kepulauan Maluku, Indonesia).
Berdasarkan pengukuran memiliki tubuh sepanjang 59 inci (147,5 cm), bentuknya mirip belut laut (moa). Makhluk ini hanya bertahan hidup selama 103 jam (4,5 hari) setelah ditangkap, dan mati di akuarium. Selama pengurungan diberi makan ikan-ikan kecil dan hasil laut lainnya, namun ia tidak merespons makanan tersebut."
Agaknya duyung memang masih misteri. Dipercaya ada, namun bukti yang terlihat sampai kini tak pernah pasti soal wujud duyung yang ada legenda. Para ahli bahkan menyimpulkan bahwa kemungkinan duyung itu adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong, manatee dan sea cow (Sapi laut), yang disalahtafsir oleh pelaut masa lalu.
Dongeng Duyung yang Tersohor
Walau sempat ditakuti oleh banyak pelaut, ternyata kisah soal duyung justru menarik pula bagi anak-anak. Satu dongeng tentang duyung yang terkenal adalah buah karya pendongeng dunia Hans Christian Andersen.
Karya Andersen yang berjudul "The Little Mermaid (1836)" menjadi satu dongeng paling populer soal duyung dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Bahkan kisah ini sudah difilmkan dalam versi kartun dengan judul yang sama oleh Walt Disne, namun dengan sedikit pengubahan di bagian akhirnya.
Versi asli Andersen, mengadaptasi kisah yang menjadi patron tentang duyung yang selalu berakhir dengan kesengsaraan. Berkisah soal duyung yang terobsesi dengan kehidupan di darat dan tertarik pada seorang pangeran. Untuk bisa berubah menjadi manusia ia harus rela kehilangan suaranya (bisu). Namun setelah menjadi manusia, sang pangeran tak membalas cintanya karena ia bisu. Akhirnya sang duyung tak bisa menikmati hidup dan berputus asa.
Untuk mengenang dongeng Hans Christian Andersen yang tersohor ini, patung Little Mermaid dibangun di pelabuhan di Copenhagen, Denmark. Patung itu menjadi icon kota pelabuhan itu. (berbagai sumber)
NAGA
Naga sebagai mahluk yang mempunyai karma baik dan telah mencapai pembinaan kehidupan spiritual tahap tertentu, karena mereka telah melatih pembinaan spiritual yang sangat lama. Pencapaian spiritual yang lama ini menjadikan kaum naga memperoleh berkah dan kedudukan yang terhormat.
Pencapaian dan karma baik yang dimiliki kaum naga, menjadikan banyak naga yang mendapatkan kesempatan untuk mengabdikan dirinya secara langsung sebagai pendamping dan pelindung Buddha, Bhodisatva, dan para mahluk suci lainnya. Sering kita melihat gambar Bodhisatva Kwan-Im sedang berdiri diatas naga yang mengantarkan kemana Sang Dewi pergi.
Kaum naga memiliki berbagai macam ras yang berbeda-beda, dan setiap ras terbagi dalam dua gender yaitu lelaki dan wanita. Dimana naga lelaki mempunyai tanduk yang membesar dibagian atasnya, tetapi naga wanita mempunyai tanduk yang lebih ramping dan kadang mengecil dibagian atasnya.
Selain itu naga lelaki mempunyai janggut yang berkilauan seperti mutiara di dagu dan pada lehernya. Dan naga wanita akan tampak berbeda pada bentuk hidungnya, yang lebih lurus. Dagu dan lehernya tidak memiliki janggut.
Perlambangan energi naga pada Fung-Shui diakui energinya sebagai salah satu pelindung di sebelah kiri dan pembawa energi keberuntungan dengan perlambangan warna hijau atau biru. Sedangkan di sebelah kanan di lambangkan dengan energi macan. Penyatuan kedua energi yang saling melengkapi dapat membentuk suatu energi chi yang baik.
Pada aliran Fung-Shui yang melambangkan arah angin dan musim, dikenal dengan istilah Naga Biru. Yang berarti naga timur dan merupakan perlambangan dari musim spring, dan awal tahun. Macan putih yang berarti macan barat dan merupakan perlambangan arah barat.
Naga merupakan salah satu dari mahluk alam lain yang sangat unik dalam memilih lokasi. Mereka tidak akan sembarang, bahkan dapat dibilang benar-benar sangat berhati-hati dalam menilai dan memperhitungkan lokasi tempat kediamannya. Sehingga tempat dan lokasi yang disukai oleh kaum naga, biasanya akan memiliki energi chi yang sangat tinggi dan baik.
Kelebihan dari kaum naga ini, yang menjadikan kaum naga dikenal memiliki banyak energi berkah dan rejeki yang berlimpah dibandingkan mahluk lainnya. Sehingga beberapa Master Fung Shui yang dapat mengetahui keberadaan naga, akan mempertimbangkannya sebagai suatu kelebihan yang sangat positif.
Inilah beberapa contoh tempat yang lebih disukai oleh kaum naga:
1. Tempat dimana terdapat pohon yang pernah disambar petir dan terbakar.
2. Di laut pada bagian tengah teluk, biasanya ditandai dengan motif ombak yang seperti sisik naga.
3. Di dekat pinggir pantai yang terdapat banyak batu karang yang menonjol di permukaan laut.
4. Di danau yang tenang dan bersih di gunung ataupun di kaki gunung. Kelima, di dalam gua, dimana sering muncul pelangi di atas atau dari dalam mulut gua.
Karena pada umumnya tempat yang disukai Naga sangat erat hubungannya dengan elemen air. Maka naga banyak dihubungi dengan dewa hujan dan batara indra, dewa halilintar (li-kong). Hal ini erat hubungannya dengan cara fung-shui yang mempergunakan unsur air sebagai pembawa energi berkah dan kekayaan.
Untuk menjadi naga diperlukan pembinaan yang tidak mudah, dan waktu yang sangat lama. Salah satu jenis naga berasal dari ular air. Ular air bilamana telah bermeditasi selama 500 hingga 1000 tahun, akan berubah menjadi Ular-Ikan ( ½ Ular ½ Ikan) dimana kepalanya masih berupa ular, tetapi tubuhnya mulai membesar sedikit dan sisiknya membesar seperti ikan, juga ekornya mulai berupa ekor ikan.
Ular-Ikan ini bila melanjutkan meditasinya selama 500 tahun hingga 1000 tahun, maka akan berubah menjadi Ikan-Naga ( ½ Ikan ½ Naga ). Ikan-Naga mempunyai tubuh dan ekor seperti ikan, tetapi kepalanya membesar dan telah menyerupai kepala naga. Pada tahap ini ada juga yang telah menampakkan tanduk kecil di atas kepalanya.
Di Indonesia, Ikan-Naga ini banyak dijumpai di daerah pantai selatan pulau jawa dan bali, karena berkah yang dimiliki Ikan-Naga ini maka banyak penduduk setempat menghormati Ikan-Naga agar dapat diberikan hasil ikan yang berlimpah dan bebas dari wabah penyakit menular.
Ikan-Naga juga mempunyai unsur air yang sangat kuat, sehingga oleh masyarakat jawa di masa lampau banyak diundang sebagai energi yang dapat mencegah terjadinya kebakaran terlebih-lebih dimusim kemarau yang panjang.
Ikan-Naga yang melanjutkan meditasi selama 500 tahun hingga 1000 tahun, akan berubah menjadi Naga Tanpa Tanduk. Seluruh tubuhnya sempurna menjadi naga, dengan warna yang menyerupai biru kehijauan. Walaupun ada juga yang telah mempunyai tanduk, tetapi tanduk dikepalanya masih sangat kecil sekali.
Naga tanpa tanduk ini banyak di jumpai dalam hiasan kerajaan-kerajaan di tanah jawa pada masa lampau. Dimana energi yang terpancar dari naga tanpa tanduk dapat menambah pamor dan wibawa dari tempat yang di diaminya.
Naga Tanpa Tanduk akan menjadi Naga Bertanduk bilamana dapat bermeditasi selama 500 tahun hingga 1000 tahun lagi.
Naga Bertanduk mempunyai tanduk besar yang sempurna, dan ditumbuhi janggut panjang yang berkemilauan seperti pearl. Naga Bertanduk pada tingkat ini sebagian telah dapat terbang di angkasa tetapi kemampuan jangkauannya masih terbatas.
Dibutuhkan meditasi sedikitnya 1000 tahun untuk mencapai Naga Emas yang sempurna, tubuhnya dapat berubah warna seperti: cahaya emas, ataupun warna matahari. Naga Emas dapat terbang kesegala penjuru alam, walaupun tampaknya tidak mempunyai sayap. Adapula jenis naga lainnya yang tampak memiliki sayap di badannya.
Tidak banyak naga yang dapat mencapai tingkat Naga Emas. Salah satunya dapat kita lihat sebagai pengikut Bunda Mulia yang mengabdikan dirinya pada Bunda Mulia dan mendapat tugas untuk memegang dan menjaga Pusaka Stempel Perintah Bunda Mulia. Selain itu banyak pula naga-naga lainnya yang mengabdikan dirinya untuk menjaga dan menjunjung tinggi perintah Bunda Mulia.
Salah satu kursi tahta Bunda Mulia merupakan jelmaan dari 12 naga, dan jubah dan tongkat Kebesaran Bunda Mulia juga merupakan jelmaan dari naga-naga emas. Pada saat Bunda Mulia menampakkan dirinya di gunung Kun-Lun, 12 naga menjelma sebagai alas duduk Teratai Emas Bunda Mulia. Pada bagian atas Teratai emas Bunda Mulia tampak sinar putih bagaikan cahaya matahari dan sinar emas bagaikan cahaya rembulan. Cahaya ini merupakan sinar dari tubuh dan janggut naga yang menjelma sebagai Teratai Emas.
Masih banyak lagi kisah naga yang mengabdikan dirinya pada Bunda Mulia, Bodhisatva, pewaris ajaran dan murid Bunda Mulia. Hasil meditasi dan karma baik dari kaum naga, menjadikan kaum naga memiliki berkah dan energi rejeki yang luar biasa banyaknya. Hal ini membuat kaum naga banyak di hormati dan di berikan persembahan oleh manusia. Semua ini bertujuan, agar kiranya sang naga sudi melimpahkan berkah keberuntungan yang dimilikinya.
Kaum naga juga dapat mengerti bahasa burung dan binatang lainnya. Dimana ada suatu cerita legenda yang menjelaskan bilamana seseorang memakan hati naga, dia dapat mengerti bahasa binatang. Kepercayaan ini tidak hanya dipercayai oleh masyarakat China terdahulu, tetapi juga di indonesia. Cerita tentang hati naga yang menjadikan seseorang mengerti bahasa binatang juga dipercayai oleh penganut kepercayaan jawa kuno di Indonesia.
Kisah ini mungkin telah menjadi legenda di tanah jawa, kisah hati naga dapat dilihat pada cerita Aji Saka. Aji Saka merupakan orang pertama yang menginjak tanah jawa dan sebagai nenek moyang manusia di tanah jawa.
